HAAAAAAAAAIIIII!! Lama tak jumpa.. bertahun-tahun lamanya hahahahaha~ apa kabar blog ini? Ramatnya banyak fuhhh fuhhhhhh!
Dulu.. jamannya masih aktif di blog tuh jamannya gue kuliah ya, ngepost tugas gue inget banget hahaha masa lalu yang indah nan penuh warna, bahagia? Bahagia~ eh bentar ko pake kata "dulu" sih.. iya emang dulu, sekarang tahun 2016 bruh! Gue udah lulus kuliah Oktober 2015 kemarin ya alhamdulillah lulus walaupun telat berapa bulan ga bisa bareng sama temen-temen akrab gue (baca: Novi, Wira, Yara, Maul) sekarang...... sekarang gue ada di dunia baru, dunia yang disebut-sebut sebagai dunia yang sebenarnya. Coba tebak berapa umur gue sekarang? Hahahaha belum tua ko, baru 23 hah.
Sejak Januari 2016 lalu, gue mulai kerja. Inget ga sih tahun 2011 gue pernah bikin postingan tentang jadi mahasiswa baru di UM dan gue bilang gue adalah calon guru? Hahaha dan alhamdulillah hal itu terwujud. Gue jadi salah satu guru honorer, ya masih honorer, di SMKN 1 Lemahabang, deket rumah. YA ANJIR GUE GA ADA KESEMPATAN BUAT CERITA TENTANG PENGALAMAN PPL, WISUDA, ARMY MALANG, PENGALAMAN KETEMU BANGTAN, DAN TETEK BENGEK KEHIDUPAN LAINNYA. Terlewatkan begitu aja.
Satu-satu deh, gue mau cerita tentang pengalaman ngajar dulu.
Udah 9 bulan gue ngajar di sekolah ini, alhamdulillah sih sekarag udah mulai kerasan, sama suasana sekolahnya, siswanya, temen-temen gurunya, semuanya bikin nyaman. Gue gabung di Multimedia btw. Eh tapi ga banyak sih yang bisa gue ceritain di sini, maksudnya.. tentang hal ini.
Ya ini sih cuma sebagai pembuka aja setelah lama ga beresin tempat ini hahaha~ lain kali gue bakal cerita lebih banyak di sini. Tunggu aja.
Kamis, 13 Maret 2014
Download,
Tugas,
Tutorial
1 komentar
Contoh RPP dan Media Pembelajaran Interaktif SMK Jurusan Multimedia "Menggabungkan Gambar 2D ke Dalam Sajian Multimedia"
Pada post kali ini, saya akan membagi hasil tugas kuliah saya, yaitu contoh RPP dan media pembelajaran interaktif untuk SMK jurusan Multimedia, pembahasannya adalah Menggabungkan Gambar 2D ke Dalam Sajian Multimedia. Saya harap post ini bisa membantu teman-teman, tapi saya juga terbuka jika ada saran maupun kritik yang membangun.
RPP dibuat dengan indikator sebagai berikut.
Media pembelajaran yang akan saya bagikan adalah media presentasi yang sudah saya edit, terdapat materi beserta gambar pendukung, soal-soal dan perolehan nilainya. Jika soal yang dikerjakan salah, maka akan menampilkan slide materi dari soal tersebut, kemudian user dapat melanjutkan mengerjakan soal dengan mengklik tombol berbentuk pensil di pojok kanan atas. Tetapi jika soal yang dikerjakan benar, maka akan melanjutkan ke soal berikutnya.
Di bawah ini adalah beberapa gambar media pembelajaran tersebut.
Klik RPP dan Media jika ingin mendownload.
RPP dibuat dengan indikator sebagai berikut.
- Mendefinisikan gambar bitmap dan vektor
- Mengidentifikasi software pengolah gambar bitmap
- Mengenal Adode Photoshop CS5
- Mengenal dasar-dasar CorelDRAW X6.1
Media pembelajaran yang akan saya bagikan adalah media presentasi yang sudah saya edit, terdapat materi beserta gambar pendukung, soal-soal dan perolehan nilainya. Jika soal yang dikerjakan salah, maka akan menampilkan slide materi dari soal tersebut, kemudian user dapat melanjutkan mengerjakan soal dengan mengklik tombol berbentuk pensil di pojok kanan atas. Tetapi jika soal yang dikerjakan benar, maka akan melanjutkan ke soal berikutnya.
Di bawah ini adalah beberapa gambar media pembelajaran tersebut.
![]() |
| Gambar 1. Tampilan awal media pembelajaran |
![]() |
| Gambar 2. Tampilan menu |
![]() |
| Gambar 3. Tampilan contoh materi |
![]() |
| Gambar 4. Tampilan contoh soal |
![]() |
| Gambar 5. Tampilan perolehan nilai soal |
Catatan :
- Baik RPP maupun media pembelajaran dibuat di Microsoft Office 2013
- Dimohon sertakan credit atau cantumkan sumber
Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah Perawatan dan Perbaikan Komputer dengan dosen pengampu Bapak Hakkun Elmunsyah
oleh
Lin Ulfah Minnati
110533430595
PTI 2011 off D
Teman-teman punya komputer di rumah? Sudah berapa lama tidak dibersihkan? Hehe. Jujur saja, saya punya seperangkat komputer di rumah dan jarang sekali dibersihkan, saya awam tentang bongkar-membongkar komputer, kalau salah sedikit saja bisa fatal akibatnya. Jadi saya biarkan komputer terselimut debu.
Siapa yang tidak ingin merawat komputernya? Teman-teman pasti ingin sekali dong berusaha membersihkannya? Nah.. setelah saya mengikuti beberapa pertemuan kuliah Perawatan dan Perbaikan Komputer akhirnya saya bisa membongkar dan membersihkan komponen-komponen yang berada di dalam kotak CPU. Teman-teman penasaran? Saya akan coba membahasnya di sini.
Yang perlu teman-teman persiapkan adalah obeng untuk membongkar-pasang komponen, kuas untuk menyapu debu, blower untuk meniup debu, pengisap debu mini, penghapus pensil untuk membersihkan bagian-bagian kecil, dan lap basah agar komponen lebih bersih.
Fan dan heatsink CPU
Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah memisahkan fan yang menempel pada heatsink. Karena bentuk dan celah-celah keduanya tidak terlalu rumit, maka kuas bersih dapat digunakan untuk menyapu debu. Bersihkan lagi menggunakan lap basah.
![]() |
| Gambar 1. Fan |
RAM
Hati-hati saat membersihkan bagian ini agar tidak merusaknya. Gunakan penghapus pensil untuk menggosok bagian pin RAM, digosok perlahan hinggi pin tampak mengilap. Sampah penghapus yang masih menempel pada RAM dapat dibersihkan menggunakan blower.
Mainboard/motherboard
Casing
Gunakan blower untuk membersihkan semua area yang berada di bagian dalam casing, terutama tempat dudukan mainboard. Serta gunakan lap basah untuk membersihkan bagian luar casing.
![]() |
| Gambar 5. Casing |
Ada beberapa tips juga, mungkin bisa menambah sedikit pengetahuan teman-teman.
- Berikan ruang yang agak besar untuk menyimpan kotak CPU agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan lancar
- Jangan menempatkan kotak CPU yang memungkinkan terkena debu
- Jauhkan komponen satu dengan komponen lainnya ketika sedang dibersihkan agar debu tidak menempel di komponan yang lain
- Lakukan pengecekan dan pembersihan minimal satu bulan satu kali
Klik di sini untuk melihat video tutorialnya.
Sekian artikel yang saya buat, semoga bermanfaat untuk teman-teman :)
Kamis, 03 Oktober 2013
Budaya,
Curhat,
Indonesia,
Tradisional
0
komentar
Mari Tertawakan Budaya Tanah Tempatmu Berpijak!
Pernahkah kamu merantau lintas provinsi, Lur? Bagaimana rasanya? Menyenangkan bukan? Teman baru, rumah baru, pengalaman baru, serta bahasa baru. Seperti.. kehidupan baru.
Oh! Bahasa, hambatan yang cukup merepotkan sebenarnya, yaaaaah itu menurutku sih. Coba kamu pikirkan, kamu bisa jadi sorotan, bahkan bahan tertawaan Lur. Sekarang, apakah kamu sepaham denganku? Jika iya, aku yakin sekali kamu pernah mengalaminya sendiri. Tapi mohon maaf kalau aku keliru. Begini, aku akan bercerita lebih spesifik lagi mengenai pengalamanku. Oke aku akui, ini semacam curhat. Begitu? Ya.
Aku adalah gadis Cirebon yang mengais pendidikan di Malang. Iya aku tahu ratusan kilometer itu sangat jauh. Kamu pasti tahu bahasa apa yang digunakan di Malang bukan? Benar, Jawa. Sementara aku hidup di lingkungan Sunda. Jelas ini merupakan hambatan. Ya memang, Cirebon juga memiliki bahasa sendiri yang mirip bahasa Brebes. Tapi tetap saja.. berbeda.
Tapi apa kamu tahu bagaimana reaksi teman-temanku di kampus ketika mendengar aku bicara? TERTAWA. Oh tidak tidak tidak. Kamu tidak salah baca dan aku tidak salah mengetik. Kamu benar, mereka tertawa, mereka benar-benar tertawa. O-ou, maaf aku menekankan kata 'tertawa' terlalu sering, hehe. Wajar saja sih menurutku, tidak ada yang salah dengan itu. Oh, ralat. Ada yang salah dengan jiwa rakyat Indonesia.
Seandainya aku bisa berkata dengan lantang, "Kamu juga bakal diketawain kalo kamu nyasar ke tempat saya sendirian!" tapi nyatanya aku tetap bungkam. Ya.. aku mencoba untuk menjaga hati teman-temanku. Lagipula aku sebatang kara di sini, apa jadinya kalau aku berani bicara di tanah orang? Kembali ke topik. Buktinya memang benar, ketika aku melaksanakan Praktik Industri (salah satu program perkuliahan di jurusanku) di perusahaan yang letaknya tidak jauh dari rumahku, ternyata kepala bagian di divisiku adalah orang Malang, asli Malang Lur. Setiap beliau berbicara dengan logat Jawa-nya yang medhok pasti ditertawakan adik-adik PKL. Miris.
Apakah seperti itu sikap Bangsa Indonesia? Ironis sekali bukan? Bukannya menghargai tetapi malah menghinanya secara terang-terangan. Apa namanya kalau bukan menginjak-injak harga diri? Rakyat Indonesia yang seperti ini perlu diberi asupan wawasan nusantara yang lebih.
Seharusnya sebagai anak dari tanah air kamu bangga.. oh maaf, kita bangga dengan ragam bahasa yang kita miliki. Jika kita menghina kekayaan bangsa sendiri, maka tidak ada kemajuan untuk memelihara budaya tradisional kita. Negara-negara yang lebih maju saja mengakui kekayaan Indonesia bahkan mengaguminya. Tapi penduduk pribumi? Ah kita ini.. kalau ada di depan mata diabaikan, tapi ketika sudah diklaim oleh negara lain malah mencak-mencak minta dikembalikan haknya. Apa-apaan? Kalau tidak bisa menjaga, seharusnya kita tidak perlu marah kalau ada yang mencuri. Begitulah istilahnya. Ehm.
Beberapa hari yang lalu, aku baru saja mengenal seseorang yang bernama.. mmmm.. aku lupa siapa nama lengkapnya, yah.. Mas Sisco deh. Mas Sisco ini bercerita tentang salah seorang guru besar bernama Prof. Peter Carey yang telah meneliti negara di Asia Tenggara selama puluhan tahun, khususnya Indonesia. Mas Sisco bilang, ketika mereka berkomunikasi via SMS, mereka berdialog menggunakan bahasa Jawa yang paling halus (aku tidak tahu apa namanya, beritahu aku Lur~ kalau kamu tahu. Oke?). Bahkan Pak Carey ini menguasai banyak bahasa daerah di Indonesia lho Lur! You must say 'wow!' Lurs! Ah-ma-jing sekali bukan? Aku saja tidak begitu mahir Bahasa Sunda, sedangkan beliau yang tumbuh di Eropa.. WOW!!! Bahkan ketika aku mendengar cerita Mas Sisco, bulu kudukku meremang, aku terlalu kagum dengan sosok Pak Carey ini. Ckckck.
Nah Lur, tergerakkah kalian sekarang? Sampaikah pesanku kepada kalian melalui tulisan ini? Oh maaf, aku tidak bermaksud mengkritik secara kasar, aku hanya prihatin, aku hanya ingin berusaha untuk menyadarkan. Damai! ^^
Rabu, 10 Juli 2013
Blog Writing Contest,
Lomba
2
komentar
[Review] Javalamp Website by Agustinus Darto Iwan Setiawan
Beberapa waktu yang lalu aku mengujungi sebuah website. Kalau
teman-teman mau tahu juga, boleh, itu webnya Pak Darto, Javalamp. Dari namanya saja sudah ketebak apa isinya. Ada yang tahu? Apa coba? Wow! Sarangnya
programmer. Seperti aku? Oh bukan, aku hanya mahasiswa informatika yang masih
dalam tahap belajar pemrograman. Hehe. Tapi bukan itu yang mau aku bahas kali
ini. Yap! Sedikit review untuk Javalamp.
Tulisan ini juga dalam rangka mengikuti giveaway yang diadakan Pak Darto lho! Klik gambar di bawah ini kalau kalian mau ikutan.
Seperti kebanyakan web-web seorang ‘laki-laki’, tampilan Javalamp
cukup sederhana dan tidak menggunakan banyak elemen warna. Dilatarbelakangi warna
putih polos, header yang manis dengan kata-kata yang kalau orang lain baca
mendapat kesan “Oh iya, bener juga tuh!” hehe. Kontennya aku akui sangat
berbobot, karena yang dibahas adalah ‘all about programmer’, bisa banyak membantu aku di perkuliahan. Terimakasih
Pak Darto! ^^
Selain itu, gaya penulisan Pak Darto juga mudah dimengerti,
tulisan-tulisan beliau membuat aku sadar akan banyak hal tentang
programming, kritik-kritik yang diberikan Pak Darto lewat webnya benar-benar
mengena. Menurutku pribadi sih asik banget. Apalagi dengan warna font konten
yang tidak begitu kontras tapi terlihat manis.
Satu yang disayangkan dari web Pak Darto tersebut. Desain
web yang terlalu sederhana seperti itu membuat aku bosan. Ya mungkin karena aku
seorang perempuan atau masih muda atau apalah, yang jelas aku kurang sreg
dengan desain minimalisnya. Memang benar konten adalah hal terpenting dari
sebuah blog atau website, tapi dengan tampilan yang menarik pengunjung tidak
akan bosan melihat.
Saranku sih Pak Darto revisi sedikit lagi, desainnya saja. Beri sedikit sentuhan pemanis, misalnya mengganti background dengan warna yang
kalem selain putih atau diberi pattern sederhana. Seharusnya desain web juga disesuaikan dengan minat pengunjung, karena yang mengunjungi web beliau tidak selalu laki-laki, hehehe. Lain-lainnya, aku suka. Tulisan
Pak Darto sangat bermanfaat, iya atau iya? Hahaha. Oke lah, semoga webnya semakin
ramai pengunjung ya Pak, makin banyak yang suka, makin bermanfaat untuk kami ^^
Selasa, 09 Juli 2013
Blog Writing Contest,
Lomba
12
komentar
Sweet Moment? Mungkin Iya, Mungkin Tidak.
Ini kisahku dulu, delapan bulan yang lalu
tepatnya. Aku ingat dengan jelas bagaimana kisah itu berjalan karena hari itu
adalah hari ulang tahunku.
Aku dan dia sudah setahun lebih
menjalin tali kasih. Jauh-jauh hari sebelum umurku bertambah satu, kami memang
sedang ada sedikit masalah. Yah, you know lah, setiap jalan tidak selalu mulus.
Jujur saja, waktu itu aku sangat malas meladeni kontaknya. Iya, kami
berhubungan jarak jauh, aku di Malang dan dia di Cirebon. Aku warga asli
Cirebon, tapi aku mengais ilmu di tanah tempat banyak buah apel tumbuh. Ratusan
kilometer jarak di antara kami.
Berhari-hari aku mengabaikan, di manapun. Aku
kesal, sangat kesal. Hingga akhirnya malam itu, pernyataan mengejutkanku.
“Kamu tahu gak sekarang aku lagi dimana?”
katanya, melalui SMS.
“Ngga.” Sebenarnya aku penasaran, tapi aku
menahan diri untuk tetap terkesan jutek.
“Aku lagi ada di kereta.”
Deg!
Kereta. Aku punya feeling ketika dia
mengatakan itu. tapi aku berpikir lagi, itu tak akan mungkin terjadi. Pria seperti
dia mana mungkin―
Dia mengirimiku SMS lagi di pagi harinya,
dia memintaku untuk menjemputnya di stasiun. Astaga.. dia benar-benar
melakukannya. Antara percaya dan tidak, aku tetap bersiap-siap untuk pergi ke Stasiun
Kota Baru Malang. Waktu itu aku agak terlambat karena jalanan sedang macet.
Setelah aku habiskan waktu sepuluh menit di
dalam angkutan umum, akhirnya aku kembali menjejakkan kaki di bumi. Dan aku
melihatnya. Berdiri di depan pintu besar stasiun, matanya menelusuri hiruk
pikuk Kota Malang di pagi hari, ia masih mengenakan seragam Polteknya.aku punya
firasat buruk tentang hal itu.
Aku menyeberangi jalan, berjalan di
sela-sela motor yang terparkir rapi. Dia belum melihatku. Ketika aku sampai di
hadapannya, dia tersenyum melihatku. Hatiku mencelos sebenarnya, aku rindu
senyum itu. dia memberikanku dua bingkisan sambil berkata, “Maaf, cakenya jadi
agak berantakan gara-gara kegoyang-goyang pas di kereta tadi.” Aku menerimanya
dalam diam. Dia berkata lagi, “Selamat ulang tahun ya.”
Sepanjang perjalanan, tangannya enggan
melepaskan tanganku. Jari-jari kami bertautan, walaupun sebenarnya aku tidak
ingin seperti ini. Tapi aku akui bahwa aku terharu. Dia bisa sampai ke tempat
ini dengan beralasan kepada orangtuanya untuk menghadiri seminar di Semarang
bersama rombongan kampusnya. Dia melakukan ini semua untukku? Untuk seseorang
yang tidak menginginkannya berada di sini? Dia benar-benar gila.
Maka selama dua hari ini aku menemaninya
pergi. Ke Matos, ke Pasar Minggu, ke taman kota. Kami pergi berdua. Aku menemaninya
seharian. Dia menolak untuk tidur di dekat kostku, dia malah tidur di masjid
tak jauh dari taman kota. Untuk apa sih dia datang jauh-jauh ke sini? Untuk hal
tidak penting seperti ini? Sangat kekanak-kanakan, begitu pikirku saat itu.
Tapi, pada tanggal 2 Desember 2012 sebelum
kepulangannya ke Cirebon pukul 14.45 WIB, detik-detik sebelum kami berpisah
lagi. Aku mulai berpikir, aku jahat sekali ya? Dia melakukan ini semua untukku
tetapi aku malah mengabaikannya, malah mencacinya dengan kata-kata yang tidak
seharusnya aku ucapkan. Aku menolaknya mati-matian.
Jam terus berputar, aku tidak kuat. Sungguh.
Entah ini perasaan berasalah atau tidak ingin melihatnya pergi, tapi saat itu
aku menangis. Aku menangis di tengah keramaian stasiun. Dia merengkuhku ke
dalam pelukannya, membiarkanku menangis di dada bidangnya.
Panggilan itu datang, kereta segera
berangkat dan tibalah waktunya kami berpisah. Aku melihatnya masuk ke gerbang,
aku melihatnya berbalik badan, aku melihatnya memandangku dari sana. Dan aku
menangis lagi.
Setelah aku kembali ke kamar kostku, aku
berpikir bahwa selama dua hari terakhir sebenarnya aku telah melewati hari-hari
yang manis bersamanya. Ya, walaupun aku sempat menolaknya, tapi perasaan ini
sulit aku pungkiri.
Rabu, 03 Juli 2013
Tugas
1 komentar
Grafika Komputer - Miniatur Rumah dengan Glut (Interaksi Keyboard & Lighting)
Pengen bikin miniatur rumah sederhana dengan glut? Oh? Pake animasi? Pake Interaksi keyboard juga? Lighting? Bisa.. bisa.. kaya gini bukan sih?
Silakan edit sendiri kalo bentuknya mirip-mirip kaya gitu. Warna, bentuk, terserah ya..
Itu pake lighting lho! Kalo ga percaya, coba deh jalanin source code di bawah ini!
#include <stdlib.h>
#include <stdio.h>
#include <gl/glut.h>
//inisialisasi variabel
int w=800, h=400;
float x=0, y=-1.2, z=-10, p=0, q=0;
float sudut=1, x1=0, y1=0, z1=0;
void balok(void)
{
glutSolidCube(5);
}
void pintujendela(float x, float y)
{
glBegin(GL_POLYGON);
glVertex2f(-x,-y);
glVertex2f(-x,y);
glVertex2f(x,y);
glVertex2f(x,-y);
glEnd();
}
void display(void)
{
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT | GL_DEPTH_BUFFER_BIT);
glLoadIdentity();
glTranslatef(x,y,z);
glRotatef(sudut,x1,y1,z1);
glEnable(GL_COLOR_MATERIAL);
glPushMatrix();
//pintu dan jendela
glPushMatrix();
glColor3f(3,1,0);
glTranslatef(0,-0.8,3.26);
pintujendela(0.9,1.2);
glTranslatef(1.7,0.5,0);
pintujendela(0.5,0.5);
glTranslatef(0.85,0,0);
glRotatef(90, 0,1,0);
glTranslatef(1.8,0,0);
pintujendela(0.5,0.5);
glTranslatef(1.5,0,0);
pintujendela(0.5,0.5);
glTranslatef(1.5,0,0);
pintujendela(0.5,0.5);
glPopMatrix();
//dinding rumah
glPushMatrix();
glColor3f(0,1,3);
glScalef(1,0.8,1.3);
balok();
glPopMatrix();
//genting kanan
glPushMatrix();
glColor3f(3,0,0);
glTranslatef(1.8,2.85,0);
glRotatef(51,0,0,1);
glScalef(0.1,1,1.5);
balok();
glPopMatrix();
//genting kiri
glPushMatrix();
glTranslatef(-1.8,2.85,0);
glRotatef(-51,0,0,1);
glScalef(0.1,1,1.5);
balok();
glPopMatrix();
//pagar kiri
glPushMatrix();
glColor3f(0,3,0);
glScalef(1,0.5,1);
glTranslatef(0,-2,0);
glTranslatef(-3.5,-0.92,0);
glPushMatrix();
glScalef(0.07,0.4,1.6);
balok();
glPopMatrix();
//pagar kanan
glPushMatrix();
glTranslatef(7,0,0);
glScalef(0.07,0.4,1.6);
balok();
glPopMatrix();
//pagar belakang
glPushMatrix();
glTranslatef(3.5,0,-4.15);
glRotatef(90,0,1,0);
glScalef(0.07,0.4,1.47);
balok();
glPopMatrix();
//pagar depan
glTranslatef(1.25,0,4.15);
glRotatef(90,0,1,0);
glScalef(0.07,0.4,0.57);
balok();
glTranslatef(0,0,7.9);
balok();
glPopMatrix();
glPopMatrix();
glDisable(GL_COLOR_MATERIAL);
glutSwapBuffers();
}
void resize(int w1, int h1)
{
glViewport(0,0,w1,h1);
glMatrixMode(GL_PROJECTION);
glLoadIdentity();
gluPerspective(45.0,(float) w1/(float) h1, 1.0,300.0);
glMatrixMode(GL_MODELVIEW);
glLoadIdentity();
}
void myKeyboard(unsigned char key, int x, int y)
{
//deteksi tombol x untuk rotasi pada sumbu x
if (key == 'x')
{
x1=1;
y1=0;
z1=0;
sudut++;
}
//deteksi tombol y untuk rotasi pada sumbu y
else if (key == 'y')
{
y1=1;
x1=0;
z1=0;
sudut++;
}
//deteksi tombol z untuk rotasi pada sumbu z
else if (key == 'z')
{
y1=0;
x1=0;
z1=1;
sudut++;
}
}
void mySpecialKeyboard(int key, int x, int y)
{
switch(key)
{
//deteksi tombol tanda panah atas untuk memperbesar
case GLUT_KEY_UP:
z+=5;
break;
//deteksi tombol tanda panah bawah untuk memperkecil
case GLUT_KEY_DOWN:
z-=5;
break;
}
}
void mouse(int button, int state, int xmouse,int ymouse)
{
if(button==GLUT_LEFT_BUTTON && state==GLUT_DOWN)
{
p = (xmouse - (w/2)) + 0.0f; q = ((h/2) - ymouse) + 0.0f;
printf("x: %0.0f",p);
printf("y: %0.0f",q);
}
}
void init()
{
GLfloat LightPosition[] = {p, q, 50.0f, 0.0f};
GLfloat LightAmbient[] = {0.7f, 0.7f, 0.7f, 1.0f};
GLfloat LightDiffuse[] = {0.7f, 1.0f, 0.7f, 1.0f};
GLfloat LightSpecular[] = {1.6f, 1.0f, 0.5f, 0.0f};
GLfloat Shine[] = {50};
glShadeModel(GL_SMOOTH);
glClearColor(0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.5f);
glClearDepth(1.0f);
glEnable(GL_DEPTH_TEST);
glHint(GL_PERSPECTIVE_CORRECTION_HINT, GL_NICEST);
glLightfv(GL_LIGHT0, GL_POSITION, LightPosition);
glEnable(GL_LIGHTING);
glEnable(GL_LIGHT0);
return;
}
//fungsi pembantu agar fungsi keyboard dapat selalu dideteksi
void update(int value)
{
glutPostRedisplay();
glutTimerFunc(50,update,0);
}
void main (int argc, char **argv)
{
glutInit(&argc, argv);
glutInitDisplayMode(GLUT_DOUBLE | GLUT_DEPTH | GLUT_RGBA);
glutInitWindowPosition(100,100);
glutInitWindowSize(w,h);
glutCreateWindow("Madul 9 Lighting dan Material");
gluOrtho2D(-w/2,w/2,-h/2,h/2);
glutDisplayFunc(display);
glutReshapeFunc(resize);
glutKeyboardFunc(myKeyboard);
glutSpecialFunc(mySpecialKeyboard);
glutMouseFunc(mouse);
glutTimerFunc(1,update,0);
init();
glutMainLoop();
}
Bagi kamu yang doyan banget Sastra, terutama Sastra Sunda. Dan bagi kamu yang Gagas Addict. Wajib baca Satin Merah karya Brahmanto Anindito dan Rie Yanti. Kenapa? Karena novel ini super duper keren!
Perpaduan antara sastra dan budaya Sunda nya nempel. Belum lagi karakter kuat di setiap tokoh. Emang sih novel ini agak-agak thriller, tentang obsesi yang menguasai diri sampe berujung ke pembunuhan. Tegangnya berasa, penasarannya iya. Penuturannya juga ringan banget, jadi ga perlu mikir keras buat ngerti maksud paragraf ini nih apa, maksud kalimat ini nih apa.
Ini novel lama, terbitan tahun 2010 gitu. Tapi percaya deh ya, novel dari Gagas Media tuh ga ada yang jelek. Ga percaya? Silakan coba sendiri, bisa dimulai dengan baca Satin Merah duluan. Dijamin keren!
Di bawah ini ada syntax buat bikin objek kaya jam pasir yang muter searah jarum jam terus balik lagi setelah dua kali puteran. kalo emang program kaya gini yang dicari temen-temen, silakan aja mau copas juga, gratis tis tis tis. Kalo mirip-mirip dikit, ya bisa dong edit-edit sendiri? Hmm?
Ini lho, nanti begini jadinya :
Nah, ini dia source code nya :
#include <stdlib.h>
#include <glut.h>
int s=0, p=0, q=180;
void triangle(void)
{
glBegin(GL_TRIANGLES);
//rumus nilai satuan susunan garis pada koordinat x dan y adalah integer
glVertex2i(0,0);
glVertex2i(50,-100);
glVertex2i(-50,-100);
glVertex2i(0,0);
glVertex2i(50,100);
glVertex2i(-50,100);
glEnd();
}
void timer (int value)
{
if (p <= 360)
{
s = -1;
p++;
}
if (p > 360)
{
s = 1;
q--;
}
if (q < 0)
{
s = 1;
p = 0;
q = 360;
}
glutPostRedisplay();
glutTimerFunc(25,timer,0);
}
void display(void)
{
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glRotatef(s,0,0,1);
glColor3f(0,0.5,1);
triangle();
glFlush();
}
void main(int argc, char **argv)
{
glutInit(&argc, argv);
glutInitDisplayMode(GLUT_DEPTH | GLUT_SINGLE | GLUT_RGBA);
glutInitWindowPosition(100,100);
glutInitWindowSize(640,480);
glutCreateWindow("BAB 5 Animasi Objek 2D");
glutDisplayFunc(display);
glutTimerFunc(50,timer,0);
gluOrtho2D(-320, 320, -320, 320);
glutMainLoop();
}
Dear Gagas,
Hai Gas, tanpa aku tanya kabarmu pun aku sudah tahu dengan pasti bagaimana dirimu. Seperti yang kamu bilang waktu itu, kita adalah teman baik. Begitu kan? Kamu tidak bisa menjadi Gagas Media seperti sekarang ini tanpaku, pun aku yang tidak akan pernah bisa menjadi Gagas Addict tanpamu. Selama sepuluh tahun ini kamu sudah berjuang sangat keras ya untuk berada di atas. Selamat :)
Sejak tanggal 4 Juli 2003 hingga 30 Juni 2013, usiamu genap 3650 hari, kurang empat hitungan lagi menuju hari istimewa itu. Aku sudah memaketkan pada angin doa untukmu, apakah paket itu sudah sampai? Simaklah sepuluh harapanku untukmu!
1. Sepintar Will dalam Forgiven
Pintar menampung dan menuangkan gagasan.
2. Sekaya Evan dalam Promises Promises
Kaya akan penulis, editor, desainer, dan kru-kru lainnya yang hebat.
3. Segokil Sena dalam Paris : Aline
Gokil gagasannya.
4. Seberani Lautan dalam Rahasia Sunyi
Berani mengangkat karya istimewa.
5. Semenarik Charm dalam Bangkok : The Journal
Menarik karyanya, seluruh komponen dari karya-karyamu.
6. Sebijak Rizki dalam Seandainya
Bijak memilih dan memilah karya trend masa kini.
7. Selincah Niki dalam Refrain
Lincah bergerak menembus pasaran.
8. Sekeras Noval dalam Hujan dan Teduh
Keras memboyong minat para Gagas Addict.
9. Sebersinar Princessa dalam I For You
Bersinar layaknya bintang.
10. Tidak cukup hanya dalam sepuluh harapan. Penting kah suatu bilangan?
Apapun itu, yang terbaik untukmu.
Terimakasih karena kamu selalu menemaniku di kala suka dan duka, terimakasih karena para penulismu telah menunjukkanku pengetahuan baru di dalam karya-karyanya. Terimakasih untuk segalanya. Sekali lagi kuucapkan terimakasih. Maaf aku hanya mampu memberikanmu doa, tapi satu hal yang terpenting.. Bertahanlah di atas sana, bertahan menaburkan untaian kata-kata indah itu untukku, untuk kami.
Langganan:
Postingan (Atom)

















- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact