Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 Juli 2013 0 komentar

[Review] Satin Merah Karya Brahmanto Anindito dan Rie Yanti

Bagi kamu yang doyan banget Sastra, terutama Sastra Sunda. Dan bagi kamu yang Gagas Addict. Wajib baca Satin Merah karya Brahmanto Anindito dan Rie Yanti. Kenapa? Karena novel ini super duper keren!

Perpaduan antara sastra dan budaya Sunda nya nempel. Belum lagi karakter kuat di setiap tokoh. Emang sih novel ini agak-agak thriller, tentang obsesi yang menguasai diri sampe berujung ke pembunuhan. Tegangnya berasa, penasarannya iya. Penuturannya juga ringan banget, jadi ga perlu mikir keras buat ngerti maksud paragraf ini nih apa, maksud kalimat ini nih apa.



Ini novel lama, terbitan tahun 2010 gitu. Tapi percaya deh ya, novel dari Gagas Media tuh ga ada yang jelek. Ga percaya? Silakan coba sendiri, bisa dimulai dengan baca Satin Merah duluan. Dijamin keren!


 
Minggu, 30 Juni 2013 0 komentar

10 Things I hope from Gagas Media

Dear Gagas,

Hai Gas, tanpa aku tanya kabarmu pun aku sudah tahu dengan pasti bagaimana dirimu. Seperti yang kamu bilang waktu itu, kita adalah teman baik. Begitu kan? Kamu tidak bisa menjadi Gagas Media seperti sekarang ini tanpaku, pun aku yang tidak akan pernah bisa menjadi Gagas Addict tanpamu. Selama sepuluh tahun ini kamu sudah berjuang sangat keras ya untuk berada di atas. Selamat :)


Sejak tanggal 4 Juli 2003 hingga 30 Juni 2013, usiamu genap 3650 hari, kurang empat hitungan lagi menuju hari istimewa itu. Aku sudah memaketkan pada angin doa untukmu, apakah paket itu sudah sampai? Simaklah sepuluh harapanku untukmu!

1.   Sepintar Will dalam Forgiven
      Pintar menampung dan menuangkan gagasan.
2.   Sekaya Evan dalam Promises Promises
      Kaya akan penulis, editor, desainer, dan kru-kru lainnya yang hebat.
3.   Segokil Sena dalam Paris : Aline
      Gokil gagasannya.
4.   Seberani Lautan dalam Rahasia Sunyi
      Berani mengangkat karya istimewa.
5.   Semenarik Charm dalam Bangkok : The Journal
      Menarik karyanya, seluruh komponen dari karya-karyamu.
6.   Sebijak Rizki dalam Seandainya
      Bijak memilih dan memilah karya trend masa kini.
7.   Selincah Niki dalam Refrain
      Lincah bergerak menembus pasaran.
8.   Sekeras Noval dalam Hujan dan Teduh
      Keras memboyong minat para Gagas Addict.
9.   Sebersinar Princessa dalam I For You
      Bersinar layaknya bintang.
10. Tidak cukup hanya dalam sepuluh harapan. Penting kah suatu bilangan? 
      Apapun itu, yang terbaik untukmu.


Terimakasih karena kamu selalu menemaniku di kala suka dan duka, terimakasih karena para penulismu telah menunjukkanku pengetahuan baru di dalam karya-karyanya. Terimakasih untuk segalanya. Sekali lagi kuucapkan terimakasih. Maaf aku hanya mampu memberikanmu doa, tapi satu hal yang terpenting.. Bertahanlah di atas sana, bertahan menaburkan untaian kata-kata indah itu untukku, untuk kami.
Rabu, 26 Juni 2013 0 komentar

[Review] Refrain by Winna Efendi

Udah hampir seminggu film Refrain tayang di bioskop, temen-temen udah pada liat? Gimana pendapatnya? Keren ga?
Hehe, relatif sih ya. Pendapat orang bisa beda-beda.


Nah, di sini aku mau kasih sedikit.. mmm.. apa ya istilahnya? Bukan, bukan, bukan bocoran. Ya entah deh ya apa namanya ga penting.

Ehm, aku ini.. bisa dibilang salah satu fansnya Kak Winna Efendi. Iya, Kak Winna. Penulisnya Gagas Media yang cantik itu! Eeeeh hehehe. Yang mau aku omongin tuh bukan orangnya, tapi karyanya temen-temen..


Bagi kalian pecinta Gagas Addict dan film Indonesia pasti tau deh Refrain. Belum lama ini salah satu novel Kak Winna difilmkan. Seneng banget dong ya kita! Jujur, aku pribadi ga sabar banget buat nonton filmnya pas tau mau difilmkan gitu. Hmm, bukan karena Afgan nya ya, tapi aku emang pengen membandingkan film sama novelnya. Dan ternyata..

Ceritanya sendiri mengangkat kisah-kisah yang udah sering banget kita jumpain [mungkin] di kehidupan nyata, sahabat jadi cinta, klise memang. Tapi sumpah ya, karena Kak Winna yang meramunya, jadi ga bosen buat baca. Pasti ada 'aduh, nanti gimana ya ini akhirnya?' selalu membangkitkan rasa penasaran. Iya gak sih? Iya lah, aku yang bilang. Selain penuturannya yang indah, konflik-konflik dunia remajanya juga berasa banget, jadi inget masa muda gitu akunya.

Niki. Pas aku tau yang meranin Niki itu Maudy Ayunda, aku langsung mikir, 'Wah! Pas banget nih pemerannya!' iya, soalnya aku tau Maudy Ayunda nih tipe-tipe remaja ceria. Sama banget sama karakter Niki yang mulai beranjak dewasa. Dan faktanya, bener aja, Maudy pinter banget bikin kita terkagum-kagum sama perannya. Nata. Dan karakter Nata juga dapet banget di diri Afgan. Tipe-tipe cowok cool gitu kan? Aku jadi sedikit bisa ngerti gimana perasaannya Nata cintanya bertepuk sebelah tangan begitu dan kenyataan bahwa si Niki ngejauhin dia. Annalise, jujur, aku kagum banget sama cewek yang satu ini. Hatinya itu lho, bisa tegar banget.

Ada yang disayangkan dari filmnya, banyak bagian yang dipotong dan jalan cerita yang melenceng walaupun intinya sama. Aku sempet kecewa gara-gara kehidupan pribadi Annalise ga diekspos di film itu, padahal bagian itu menyentuh banget! Pas bagian Annalise ke bandara mau jemput mamanya juga kurang greget karena ga bener-bener nunggu selama dua jam. Terus juga ending di filmnya. Maaf sebelumnya, tapi menurut aku ending di film lebih asik daripada di novel. Di novel berasa kurang 'euh!' gitu lho. Emang banyak yang bilang juga kan kalo ending di filmnya itu penonton pada suka, emang sih, romantis banget. Tapi temen-temen, aku saranin jangan nonton filmnya dulu sebelum baca novelnya! Baca novelnya lebih menguras emosi lho! Hehe. Fakta itu. Walaupun secara garis beras ceritanya udah pasti sama, tapi ada bagian-bagian tertentu yang diganti dan bahkan dipotong. Jadi, baca novelnya dulu ya, dijamin seru! Bagi kamu yang belum sampe di bangku SMA, bisa lah mengira-ngira masa SMA kamu nantinya. Dan bagi kamu yang masa SMA nya udah lewat, yaaaaaa mengenangkan ga ada salahnya :)
Oh iya, surat dengan amplop biru juga bisa kamu dapetin di novelnya!

it's always been you..
Minggu, 28 April 2013 0 komentar

[Review] Forgiven by Morra Quatro

Siapa yang ga tau novel pertamanya Mbak Morra Quatro? Forgiven ga tau masa? Hahahaha siwo ah!
Ga bisa dipungkiri kalo aku suka banget novel-novel terbitan Gagas Media. Kaya Forgiven ini. Jadi salah satu novel favoritku juga.
 Kesan pertama pas aku baca novel ini adalah "Gila! Nih novel fisika banget!" tapi.. neomu jeohahae! Mbak Morra pinter banget meramu cerita sederhana jadi wow banget kaya gini.
Novel ini mengisahkan seorang cowok penggila fisika, sahabatan sama seorang cewek yang diam-diam saling suka. Tapi kisah cinta mereka ga berjalan mulus karena si cowok harus ngelanjutin kuliah di Amerika. Tiba-tiba kisah mereka terbengkalai gitu aja, dan udah nemu cerita lainnya. William Hakim namanya, dia emang siswa yang pinter banget dari jamannya sekolah, ga heran di kampusnya pun dia ngerjain berbagai projek besar. Seperti pembuatan nuklir.
Jamannya itu, lagi gencar-gencarnya tentang teroris. Apalagi di Amerika, dan apalagi Will WNI yang menetap di Amerika. Dia dituduh melakukan pemboman di sebuah gedung sampe makan korban. Bener ga sih Will yang ngelakuinnya? Terus gimana kisah cinta dia sama ceweknya di Indonesia?
Makanyaaaaa buruan baca! Ga bakal nyesel deh temen-temen semua! Dijamin. 
Sabtu, 27 April 2013 0 komentar

[Review] Eclair : Pagi Terakhir di Rusia by Prisca Primasari

Adakah yang pernah baca novelnya Kak Prisca Primasari yang judulnya Eclair : Pagi Terakhir di Rusia? Terbitan Gagas Media.
Kalo yang belom baca, boleh dibaca ya riviewnya, barangkali kepengen beli tapi ragu-ragu atau sekedar penasaran. Yang udah pernah baca, sama apa ngga nih kesannya?
Oke.
Novel kedua Kak Prisca ini bersetting di beberapa negara termasuk Indonesia tentunya. Judul novel itu sendiri diambil dari nama makanan sejenis roti khas Rusia. Penggambaran negara besar itu jelas banget di sini, dan kayanya Kak Prisca kenal banget seluk beluknya Rusia, yaaah untuk sebuah novel yang berbobot refrensi emang penting banget. Kak Prisca berhasil nunjukin tentang pengetahuan sastranya, oke ya, aku ga tau sama sekali soal sastra, tapi aku cukup tau kalo syair-syair yang dikutip Kak Prisca di novel ini bukan syair ecek-ecek.
Penuturan katanya, penokohannya, alur cerita, sudut pandang, dan seeeeeemua-muanya teramu dengan baik. Mampu banget narik pembaca buat ikut masuk ke dalam kisah itu.
Eclair ini salah satu novel favoritnya aku lho. Favorit banget dah! Di sini, ga cuma kisah percintaannya aja, tapi nilai persahabatan dan persaudaraannya itu kentel banget temen-temen. Justru nilai persahabatan itulah yang paling menonjol dari novel ini. Gimana pengorbanan seorang kakak demi adiknya yang lagi sekarat buat nyari sahabat-sahabat mereka yang entah ada dimana.
Aahhhh sesuatu banget pokonya. Ga bakal nyesel deh kalo temen-temen semua pada baca! Yakin kerennya!
 
;