Minggu, 18 Desember 2011 0 komentar

Makalah Roket Air dan Soal-Soal dengan Teori yang Terkait

ROKET

Pengertian
Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin roket. Aksi dari keluaran dalam ruang bakar dan nozle pengembang, mampu membuat gas mengalir dengan kecepatan hipersonik sehingga menimbulkan dorongan reaktif yang besar untuk roket (sebanding dengan reaksi balasan sesuai dengan Hukum Pergerakan Newton ke 3). Seringkali definisi roket digunakan untuk merujuk kepada mesin roket.

Soal Roket Air
1.     Sebuah roket air diluncurkan ke atas dengan kecepatan 2,07 m/s, sebelumnya roket telah dipasangkan pada lintasan peluncur dengan sudut 15 . Berapa tinggi maksimum roket air tersebut jika kecepatan gravitasi bumi 10 m/s?
a.      0,214 m
b.      2,014 m
c.      0,421 m
d.      1,402 m
e.      0, 124 m
2.  Jika suatu roket air memiliki massa 0,504 kg meluncur dengan laju 7,73 m/s, berapa momentumnya?
a.      2,698 kg m/s
b.      2,896 kg m/s
c.      2,986 kg m/s
d.      3,698 kg m/s
e.      3,896 kg m/s
3.     Sebuah roket air yang diluncurkan bertumbukan dengan dahan pohon sehingga roket air tersebut berhenti sejenak pada ketinggian maksimum yaitu 12 m hingga akhirnya mengalami jatuh bebas, pada detik kedua roket air melewati sebuah ranting pohon yang terletak 4 m di atas tanah. Lalu kapan roket air tiba di tanah?
a.     1,26 s
b.     1,45 s
c.      2,26 s
d.     3,45 s
e.     3,26 s
4.   Sebuah roket air yang memiliki massa 0,504 kg dengan kecepatan efektif pembuangan sebesar 0,4 m3/s, namun karena energi yang terbuang massanya berkurang menjadi 0,256 kg. Berapakah jumlah energi yang terbuang tersebut?
a.      1,0098 MJ
b.      1,0908 MJ
c.      0,1098 MJ
d.      0,0891 MJ
e.      0,0198 MJ


Tulisan di atas cuma sebagian dari semua isi makalah. Kalo temen-temen mau, boleh download sendiri. Link dii bawah ini formatnya document ya.. Monggooooo~

0 komentar

Satu Kalimat Ajaib

Huwaaaaah!! Huwah! Huwah! Huwah! Aku udah lama banget bertapanya ini! Ya ampuuuuun.. bahkan peristiwa penting yg aku lewatin beberapa waktu ini ga aku posting. Mian~
Nanti deh, empat peristiwa itu aku posting pas udah selesai UAS.
Mmm iya nih chingudeul, besok aku UAS.. tapi ga tau kenapa aku malah bingung harus ngapain, bukannya belajar. Keinginan keras itu.. muncul di setiap waktu yang begini ini, keinginan buat.. pulang.
Aku baru aja selesai sarapan, terus beli susu praktis, sambil minum aku sms ibuku, intinya.. aku pengen hatiku tenang, minta doa biar UASnya lancar. Semenit, dua menit, HPku ga juga bergetar, aku berharap banget ibuku cepet bales smsku. Setengah jam kemudian sms ibu datang..
Setiap kata-kata yang aku baca.. aku ngerasa.. aku sendiri juga bingung ini perasaan apa.. seperti penyesalan. Air susu yang seharusnya manis, ga tau kenapa hari ini rasanya jadi asin. Bolak-balik aku baca sms itu, kerasa nyata, seakan-akan ibu ada di sampingku, ngomong sambil ngelus-ngelus punggungku.
Cuma satu kalimat singkat, tapi efeknya dahsyat, aku jadi lebih tenang dan bersemangat.
Ibu.. pengen pulang.. aku kangen..
Kamis, 13 Oktober 2011 0 komentar

Makalah Pemerataan Pendidikan di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah pilar kehidupan suatu bangsa. Masa depan suatu bangsa dapat ditemukan melalui pendidikan, semakin maju pendidikan suatu bangsa maka semakin cerah dan terarah juga kesejahteraan masyarakat dari suatu bangsa itu sendiri. Dengan begitu dapat juga sebagai pengontrol sejauh apa masyarakat dalam merencanakan pelaksanaan pendidikan nasional.
Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia semakin menurun. Dalam jangka waktu lima tahun, sejak tahun 2005 sampai tahun 2010, Indonesia mengalami penurunan hingga empat peringkat, yakni peringkat ke-107 pada tahun 2005 dan tahun 2010 peringkat ke-111. Begitu juga dengan Indeks Pengembangan Pendidikan (Education Development Index) yang juga mengalami penurunan peringkat dari 65 pada tahun 2010 lalu menjadi 69 pada tahun ini. Padahal, kemampuan minat baca di Indonesia menduduki peringkat ke-4 dunia, seperti yang telah disebutkan dalam Harian Kompas pada tanggal 3 Maret 2011 lalu.
Pasalnya, peringkat pendidikan menjadi tolok ukur kemajuan sebuah bangsa. Karena itu, dengan menurunnya peringkat pendidikan tersebut mudah dipahami jika kualitas manusia Indonesia pada umumnya rendah. Padahal, pemerintah telah merumuskan ‘peningkatan daya saing’ atau competitiveness sebagai salah satu pilar visi pendidikan nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah juga telah memperolah alokasi anggaran sebesar 20% dari APBN khusus untuk pendidikan. Berbagai kebijakan untuk mendukungnya juga telah dibuat, mulai dari perangkat yuridis, seperti Undang-Undang Guru dan Dosen, hingga kebijakan operasional seperti sertifikasi guru, PLPG, Program Pendidikan Guru (PPG), Duel Mode, Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), Ujian Nasional, dan sebagainya. Semua kebijakan tersebut hakikatnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan di dalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain.
Salah satu penyebab utama ketertinggalan mutu pendidikan di Indonesia adalah karena kurangnya pemerataan pendidikan. Pemerataan pendidikan menjadi hal yang penting dalam iklim demokrasi dimana semua anak bangsa berhak untuk mengenyam pendidikan secara layak sehingga tidak ada diskriminasi dimana yang kaya bisa mendapatkan pendidikan secara layak dan setinggi-tingginya berbeda dengan orang yang kurang mampu, mereka belum bisa mendapatkan pendidikan sesuai dengan keinginan mereka meskipun secara intelektual mereka mumpuni.
Dijelaskan dalam pasal 13 ayat (1) huruf a) menyebutkan : setiap peserta didik pada satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama di semua jenjang dan jenis pendidikan. Konsekuensinya, lembaga pendidikan islam, bila siswanya ada yang beragama Kristen, Hindu atau Budha harus menyediakan guru agama yang seagama. Begitu juga lembaga pendidikan Katolik, Hindu atau Budha bila ada siswanya yang beragama Islam, harus menyediakan guru agama yang seiman pula. Bila di kaji lebih jauh, sebenarnya hal ini adalah sesuatu yang positif. Sejak dini siswa di perkenalkan kepada nilai-nilai pluralisme dan toleransi sesama umat beragama. Terjadinya konflik bernuansakan agama salah satu penyebabnya adalah tidak diperkenalkan nilai pluralisme keagamaan sejak dini. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, dengan keragaman suku, budaya, agama dan bahasa. Hal ini bisa menjadi potensi, tetapi juga hal yang kontraproduktif jika tak ditangani dengan benar. Usaha-usaha ke arah tersebut salah satunya melalui penanaman nilai keagamaan yang benar mulai dari lingkup pendidikan dasar hingga tinggi.
Permasalahan-permasalahan yang tersebut di atas akan menjadi bahan bahasan dalam makalah yang berjudul “Pemerataan Pendidikan di Indonesia”.

B.     Rumusan Masalah
1.      Seberapa pentingkah pendidikan bagi kehidupan manusia?
2.      Bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia?
3.      Apakah pemerataan pendidikan di Indonesia tercapai?
4.      Bagaimana upaya pemerintah untuk pemerataan pendidikan di Indonesia?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Mendeskripsikan seberapa pentingnya pendidikan bagi kehidupan manusia.
2.      Mendeskripsikan kualitsan pendidikan di Indonesia.
3.      Mendeskripsikan pemerataan pendidikan di Indonesia saat ini.
4.      Mendeskripsikan upaya-upaya pemerintah untuk pemerataan pendidikan di Indonesia.

D.    Manfaat Penulisan
1.      Bagi Pemerintah
Bisa dijadikan sebagai sumbangsih dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
2.      Bagi Guru
Bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengajar agar para peserta didiknya dapat berprestasi lebih baik dimasa yang akan datang.
3.      Bagi Mahasiswa
Bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri pada khususnya dan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya.



Itu tadi di atas cuma pendahuluannya doang ya.. kalo temen-temen mau lengkapnya, silakan klik download.
Selasa, 27 September 2011 0 komentar

Efek Kaca Pecah pada Teks - ncacbwuygbjr

Lagi-lagi aku iseng bikin tipografi, temanyaaaa.. mmm.. PTI! Hahahaha~ aduh bagaimana ya? Bagus ga? Komentar?


Minggu, 25 September 2011 0 komentar

Curhatku Tentang Meet & Greet Hangeng di Surabaya

Gege~
perasaanku langsung lemes tiap nyebut atau denger nama itu, tinggal beberapa menit lagi aku bertatap muka sama dia.. ga jadi. Nyeseeeek! Padahal aku udah nongkrong depan TP dari pas masih tutup, semangat banget aku, jauh-jauh datang dari Malang berdua sama temen dengan bermodalkan nekat, aku sama temenku itu ga tau apa-apa soal Surabaya, tapi kita nekat pergi demi Gege. Kan mikirnya, kapan lagi gitu? Mumpung deket juga. Ga mau sia-siain kesempatan. Dan iya, ga cuma aku aja emang yang kaya gitu, beuuuh bejibun deh yang kepingin ngeliat Gege, TP penuh banget dari pagi.


Aku curhat nih.
Sial banget! Pas mendekati acara batre hpku mau abis. Aku cari akal aja gimana caranya biar batreku penuh lagi. Aku tinggalin tempatku yang aku rasa udah enak banget, dari pada aku ga bisa ambil foto entarnya kan? Aku langsung nyari konter hp paling deket, buat ambil jalan pintas beli batre baru, tapi ga ketemu-ketemu, pusing sumpah, mall segede itu gimana mau nyarinya? Aku nanya terus tiap kali papasan sama satpam. Singkat cerita, ketemu tuh jajaran konter-konter hp, tapi sial lagi! Ga ada yang jual batre tipe hpku, dari sekian banyaknya konter disana.. ga ada satupun! Payah. Sejam lho aku keliling-keliling nyari konter begitu, hampir putus asa aku mesti gimana lagi. Aku ada ide, numpang ngisi aja deh! Ditinggal sejam atau dua jam kan lumayan. Oke, aku percayain hpku sama si mba punya konter. Pas aku balik.. aku jadi ga punya tempat lagi! Rese dah.

Aku lagi asik-asik duduk, sendirian, kaya anak ilang, eeeeeh orang-orang pada teriak sambil lari-larian, aku kan bingung, ada apa? Ga taunya Gege udah ada di parkiran, aku gelagapan sumpah! Mau ambil foto.. ga megang hp! Aku buru-buru lari nyari konter yang tadi aku titipin hp, lho? Mana konternya??? Nyasaaaar!! Lagi-lagi aku lari-larian, kali ini lebih cape, dikejar bayangan Gege yang lebih nyata soalnya. Setelah muter-muter akhirnya konter itu ketemu, ngisi setengah jam lumayan lah..

Nunggu lagi.. beberapa kali kena tipu, orang-orang pada teriak tapi ga ada Gege. Kakiku udah mati rasa, ga bisa gerak dari tempatku duduk. Mana dapet posisinya di sebelah belakang kiri panggung lagi. Haduh, cape deh!Tapi akhirnya apa? Gege ga jadi tampil. Aku sendiri juga masih ga ngerti gara-garanya apa.. entah karena penontonnya yang ricuh atau panggungnya yang terlalu kecil.

Ya, Gege sempet keluar.. udah setengah perjalanan menuju panggung. Aku ga liat, posisiku jauh dari pintu masuk, berseberangan, sangat ga memungkinkan buat ngambil foto. Tapi ya itu dia.. dia balik lagi, ada yang bilang Gege ditarik bajunya sampe sobek, entah deh, kadang-kadang  kabar kaya gitu suka dilebih-lebihin. Pas panitia ngumumin kalo Gege ga jadi tampil, rasanya itu.. deg! Nusuk banget sumpah. Udah nunggu dari pagi, bela-belain datang, ga taunya kaya begini. Siapa yang ga kecewa coba? Pada nangis deh disitu, tapi aku ga, masih terlalu kaget, ga bisa ngomong apa-apa. Kasian buat mereka yang udah datang jauh, ada lho yang dari Semarang.. ckckck. Ga dapet apa-apa.

Aku sama temenku jalan bareng rombongan ELF yang sama-sama dari Malang. Bener-bener jadi bolang deh kita, Bocah Malang, frase ambigu.. hehe. Bis tujuan Malangnya penuh terus lagi, sempet putus asa juga, malah mau pesen travel tadinya, tapi ga jadi, bis lain datang, ga dapet tempat, hoho, alamat duduk di bawah deket supir.

Sangat kecewa sih, tapi siapa yang mesti disalahin? Panitia? Aku rasa panitia juga sama kecewanya sama kita yang berniat nonton. Acaranya gagal, udah bikin semua orang yang hadir disana kecewa. Dan kita juga jangan ngebash ELF yang 'katanya' narik baju atau nyakar Gege, kita kan saudara.. masa saling nyalahin? Kan ga tau juga itu kabar beneran atau ga. Ambil hikmahnya aja dari kejadian kemarin itu, nanti-nanti.. pengamanannya harus lebih diketatin lagi apalagi itu acara terbuka untuk umum, kasian artisnya juga. Yaaaaah pengalaman lah.
 
;